 |
Semalam di Vienna
Komposisi musik karya Johann Strauss II, Kaiser Walzer Op. 437, yang bernada
riang dan bertempo cepat, mengawali konser amal Night in Vienna pada Jumat lalu
di Grand Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta. Kehadiran musik klasik itu
ditingkahi tarian waltz yang dibawakan enam penari balet Namarina Dance Youth.
Orkestra The Jakarta Symphony dengan konduktor asal Milano, Italia, Carlo Zappa,
membawakan beberapa nomor karya musisi klasik legendaris lain, termasuk Franz
Schubert, Giacomo Puccini, Giuseppe Verdi, dan Salvatore Cardilo.
Acara ini merupakan konser amal penggalangan dana, yang merupakan hasil
kolaborasi Metro Departemen Store dengan Yayasan Aussi Kusuma Lestari.
Penampilan komposisi klasik itu melibatkan 63 musisi orkestra dan menghadirkan
penyanyi tenor Giuseppe Bellanca (sarjana seni musik dan pertunjukan Universitas Bologna) dan soprano Monica Bozzo (bergelar diploma cum laude bidang lirik dan musik vokal dari konservatorium musik "G. Verdi" Milano).
Selain itu, Aisha Pletscher, seorang pianis berbakat Indonesia yang meraih master musik dari Manhattan School Music, New York, mengisi repertoar dari empat karya komposer dunia, di antaranya karya Frans Josep Hayder, yang mewakili harmoni nada ceria dan melankolis. Dari 13 karya musisi klasik dunia malam itu (termasuk Andrew Llyod Weber dan Ruggero Leoncavalo), enam di antaranya merupakan karya Johann Strauss II. Putra musisi Johann Strauss itu dikenal sepanjang hidupnya sebagai "raja waltz". Sebab, ia telah mengangkat popularitas dan derajat tarian waltz, yang biasa dibawakan kalangan petani Bohemia (kini wilayah Cek) pada 1830-an, menjadi hiburan kelas atas di kalangan kerajaan. Karyanya yang bernuansa waltz antara lain komposisi Annen Polka Op. 117 dan Blue Danube Op. 314, yang populer tampil dalam harmoni sederhana, bertempo cepat, dan musik yang asyik sembari melantai.
Komposisi Kaiser-Walzer Op. 437 ini, yang sering dijuluki "waltz kerajaan",
dibuat Strauss pada 1889. Musiknya diilhami dari pertemuan diplomasi Raja
Austria dengan Kaisar Jerman Wilhelm II pada masa itu. Strauss menghadirkan
musik simbol persahabatan antarnegara. Tidak hanya itu, karya ini juga terkenal
menjadi scoring musik kartun Disney, Tom and Jerry, yang dibuat demi
penghormatan bagi Strauss II. Film ini juga memenangi salah satu penghargaan di
ajang Academy Award pada 1953.
Agaknya pemilihan komposisi Strauss ini ada hubungannya dengan keinginan
penyelenggara menghadirkan suasana seperti di "kerajaan". Para tamu dari
kalangan status sosial tertentu mengenakan gaun malam bergaya fashionista,
berikut penyajian makan malam yang mewakili selera berkelas. Tapi, karena ini
acara amal, pilihan karya Franz Schubert bernuansa sendu patut mengemuka bila
dikaitkan dengan kepedulian penyelenggara memberi sumbangan untuk pengembangan
sarana kebutuhan orang-orang lanjut usia di panti werda. Karya Rosamunde
Overture yang pertama kali berkumandang pada 1832 berkelana pada nada-nada
romantis yang puitis.
Kata-kata Schubert, yang mati muda pada usia 37 tahun, "Musikku adalah
kejeniusanku dan kesengsaraanku," menjadi benang merah konser malam itu. Acara
ini tidak semata-mata memperlihatkan kemegahan musik dan keindahan suara
penyanyi tenor dan soprano yang diimpor dari Italia, tapi ada juga ajakan
memberikan kepedulian dan membagi rasa yang disentuh oleh kehadiran nada-nada
melankolis.
Orkestra The Jakarta Symphony merupakan swadaya masyarakat yang sifatnya
nonprofit yang banyak melakukan penampilan dalam acara membantu usaha
kemanusiaan. Sementara itu, Carlo Zappa dari Milano, Italia Utara, merupakan
maestro musik dan dirigen kenamaan dari berbagai orkes di dalam dan luar Italia.
Profesor Zappa ini juga seorang pedagog musik pada konservatorium musik Milano.
Reputasi dan pengalaman musik membawa Zappa datang ke Indonesia dan membangun
orkestra bentukan baru ini setelah sempat mati suri di masa Orde Baru.
Lewat penampilannya di Usmar Ismail Hall beberapa waktu lalu, pengamat musik
Suka Hardjana memuji orkes simfoni yang telah memainkan repertoar musik klasik
Eropa dengan pendekatan benar dan baik ini. Zappa dianggap telah membawa
pencerahan dan memberikan standar mutu orkestra dalam kontribusi budayanya
kepada musisi, penonton, dan penyelenggara di Indonesia. Penampilan puncak
ketiga musisi Italia dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri karya Kusbini menjadi
pamungkas konser yang seharusnya menggerakkan nurani tamu pada makna cinta
negeri tersebut.
EVIETA FADJAR
Koran Tempo 6 Agustus 2007
***
index news
|
|
ABOUT US
The Jakarta Symphony |
|
CONDUCTOR Juhad Ansyari |
|
PERFORMERS Carlo Zappa, Giuseppe Bellanca, Monica Bozzo, Aisha Ariadna Pletscher |
|
PACKAGES Trio, Quartet, Quintet, Sextet, Septet, Oktet, Chamber, Orchestra |
|
SONGS LIST Our songs list for wedding & family occasion, bussiness, concert |
|
INVITATION Invitation and reservation |
|
CONTACT The Jakarta Symphony
Production |
|
|