|
Aisha Ariadna Pletscher
Pianis
Mulai belajar musik pada usia 3 tahun dari neneknya, Hestia Mangunkusumo, lalu pada usia 4 tahun ia diterima belajar di Sekolah Musik YPM di bawah bimbingan Jeanne Juwono, Etty Iskandar dan Rudy Laban. Tahun 1983 meneruskan pelajaran tingkat Persiapan Konservatorium dengan arahan Iravati M. Sudiarso dan meraih The YPM Artist Award pada tahun 1987. Tahun yang sama ia meneruskan sekolah umumnya di St. Timothy’s School, Maryland, USA dengan beasiswa The Bigelow Ingram Piano Scholarship di bawah bimbingan Mary Stanton. Aisha meneruskan pelajarannya pada pianis Reynaldo Reyes dan pengarahan artistik dari Prof. Walter Hautzig di New York City, USA.
Pemenang pertama JCC Piano Competition dan penerima Melissa Brook Beck Award serta The Russel Denison Memorial Award for Piano ini telah tampil dalam berbagai format musik termasuk resital tunggal di Indonesia, Hong Kong, Algeria dan USA. Ia juga merupakan wakil negara Indonesia dalam pagelaran bersama negara-negara Perancis dan Polandia dalam rangka memperingati 250 tahun wafatnya pianis Polandia, Frederick Chopin. Aisha juga berkesempatan untuk turut terpilih mengikuti master classes dari pakar musik dunia seperti Alexander Schneider, Isador Cohen, Barry Snyder, Joseph Seiger, dan Roman Rudnitzky.
Dalam pengalamannya sebagai pemain musik kamar, ia pernah bekerja di bawah arahan Sylvia Rossenberg, Virginia Perry Lamb, Claire Heldrich, John Swallow and Paul Ingram. Afinitas Aisha pada musik kamar telah mengarahkannya untuk tampil dalam pagelaran bersama dengan Jak-Art, Chamber Music Series, Aning Katamsi, Catharina W. Leimena dan Sukaharjana. Sebagai solis, ia telah tampil dengan berbagai orkestra seperti The Jakarta Youth Orchestra, Nusantara Chamber Orchestra, Tasmanian Symphony Orchestra, Australian Youth Orchestra dan Long Island Youth Orchestra.
Bersama ibunya, Iravati M. Sudiarso, Aisha mendirikan "Sudiarso Duo" pada tahun 1994. Setelah tampil baik di Indonesia maupun di Amerika Serikat, Sudiarso Duo terus mengembangkan diri dan telah melahirkan beragam pementasan baik sebagai solis dengan Jakarta Symphony Orchestra maupun melalui kolaborasi seperti: “Pertiwi Menangis”; “Pagelaran Dua Zaman”; Pointe of No Return bersama Namarina Youth Dance Company di bawah arahan Maya Tamara; Peter and the Wolf karya Sergei Prokofiev bersama Balet Sumber Cipta dengan Farida Oetoyo sebagai koreografer, didukung pula oleh Jajang C Noer dan Ratna Riantiarno yang kemudian juga tampil bersama Sudiarso duo dalam The Carnival of The Animals karya Saint-Saens.
Saat ini Aisha adalah Direktur Bidang Akademis di Sekolah Musik YPM, setelah memperoleh gelar Master of Music dari Manhattan School of Music , New York, di bawah bimbingan Solomon Mikowsky dan Donn -Alexander Feder.
|